Trip to Kawah Putih

Sebelumnya.. selamat hari raya Idul Fitri ya kawan-kawaaan!
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin ^_^

***

The story begin..

Sebagai salah satu makhluk endemik Bogor yang tidak pernah merasakan hingar bingar suasana mudik (kasiaaan), sudah sewajarnya gue sebagai anak menuntut ganti berupa THR lebaran. No, no, no! Bukan Tunjangan Hari Raya, tapi Trip Hari Raya. Hehehe.. yes, jalan-jalan! >.<

Dan pada akhirnya.. 
Setelah memohon, memelas, meminta, serta tak henti-hentinya berdoa (lebay), sang pemegang keputusan terbesar sekaligus pemegang ATM dengan jumlah nominal tertinggi di rumah (bapake tercinta), ngabulin permintaan gue yang entah sejak kapan gue minta, haha.. trip to Zwavel ontgining alias Kawah Putih >.<

***

Setelah memilih hari yang baik (hari di mana sebagian orang-orang udah pada masuk kerja dengan asumsi jalanan akan lebih lengang), kami memutuskan on the way ke Bandung. Berhubung bapake gamau nyetir sendiri (cape katanya, maunya disupirin -_-" | makanyaa ajarin dong anaknya jadi supir #loh?), alhasil kemudi diambil alih oleh sodara gue. Gapapa deh, yippie.. let's go!

Perjalanan Darmaga Bogor hingga Ciwidey Bandung memakan waktu sekitar hampir 6 jam. Cukup lama memang karena jalur yang kami tempuh ternyata kurang efisien, karena keluar di exit tol Mohammad Toha. Baiklah ga perlu dibahas, yang penting nyampe dengan selamat :)


Street view yang didominasi oleh vegetasi Acalyptus yang menjulang

View sepanjang jalan menuju pusat kawah putih. Cantiknya! :)

Tepat pukul 12, kami sampai di welcome area Kawasan Wisata Kawah Putih (KWKP). Untuk menuju pusat kawah masih memerlukan perjalanan menanjak sekitar 5 kilometer. Pengelola KWKP menyediakan dua alternatif pilihan bagi para penunjung yang ingin menuju ke lokasi utama ini. Pertama, pengunjung yang membawa kendaraan pribadi (termasuk bagi yang tidak membawa kendaraan) memarkirkan kendaraannya di area parkir bawah dan meneruskan perjalanan dengan ontang anting (kendaraan wisata semi-terbuka) dengan membayar biaya parkir kendaraan plus 35 ribu untuk ongkos PP ontang-anting dan tiket masuk individu. Kedua, pengunjung meneruskan perjalanan hingga pusat kawah dan parkir di area parkir atas dengan terlebih dahulu membayar biaya jasa lingkungan sebesar 150 ribu plus tiket masuk individu. Dua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hanya saja, buat rombongan gue yang sudah cukup rempong dengan barang bawaan ditambah mendung-mendung romantis, lebih memilih pilihan kedua. 

Alhamdulillah, finally I saw the signage! >.<

Area parkir bawah dan antrian mobil ontang-anting

Notice!

Area parkir atas

Dan, taraaaaa.....!!
Gambar yang selama ini cuma gue liat di google akhirnya ada di depan mata. Betapa cantiknya lanskap alami ciptaan Allah ini..

Si cantik Zwavel ontgining :')

Ramainyoo..



I touch it

Beberapa signage di KWKP





Family :)

Karena masih suasana liburan, pengunjung KWKP kemarin tergolong ramai. Hampir ga ada spot yang luput dari objek foto-foto. Oh ya, tidak boleh terlalu lama berada di pusat kawah ini. Menurut papan peraturan, pengunjung hanya diperbolehkan berada di sana selama 15 menit saja (atau mungkin maksudnya sampai Anda merasa pusing, pengap, dan mual hehe). Okelah, yuk chao! Masih banyak tempat lain yang menarik untuk dikunjungi, termasuk Situ Patenggang yang berjarak sekitar 8 kilometer dari KWKP. Sayangnya karena menjelang sore, hujan, kedinginan pula, jadi ga jadi deh :'( huhu

Next destination: ITB (request ade gue, walaupun cuma lewat doang) dan Ciwalk >.<



Terakhir ke sini pas karyawisata SMP awal tahun 2006, masih sepi dan masih underconstruction..


Lanskap tamannya baguss >.<



PS. Zwavel ontgining, semoga dirimu akan tetap lestari.

Sampai jumpa! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#25 Facts about IPB

Cerita Melahirkan #1

Giri Tirta Kahuripan Resort