Semoga Bukan Itu :'( #2

Kayanya cerita gue tempo hari belum selesai, hehe.. takutnya pada penasaran sama kelanjutannya gue terusin yaa :) emang penting ya? suka-suka gue :p *silakan kalo mau nyimak*


[flash back]


Gue: "Dok, apa ini gejala Meniere's Dissease?"

Saat itu, seinget gue, dokter ga jawab secara lugas. beliau cuma bilang:

Dokter: "Vertigo dan tinitus biasanya gejala awal dari penyakit tertentu, yaa..nggak lah yaa, diobatin aja dulu, nanti kalo masih begitu, kontrol lagi ke sini."

Hmm...gue cuma bisa menarik napas panjang sambil berharap apa kata dokter itu benar dan apa yang gue khawatirkan selama ini cuma ketakutan gue yang berlebihan :'(

-----------------------------


Setelah kontrol yang kedua kalinya itu, gue ngerasa baikan (makasih dokter Samoon :). Terlebih lagi, si dokter ngasih beberapa resep obat anti pusing dan anti mual sebelum gue pulang. Yaa, setidaknya ini cukup memberikan gue harapan dan keyakinan kalo 'ini' bisa disembuhkan (lebay amat sih, kaya pilem Endless Love aja -.-)

Well, hari-hari gue lalui seperti biasa walaupun tinitus ini tetep aja gamau ngilang. Sesekali pusingnya suka kambuh, terlebih kalo lagi belajar di kelas, efek mikir kali yaa (ciyus?). Sampai tiba pada Minggu, tepat 2 minggu setelah gue ikutan fieldtrip itu..

Waktu menunjukkan pukul 3.00 wib. Tanpa sadar gue kebangun dari tidur karena haus (mending gituu ya bangun karena mau qiyamul lail hehehe). Pas mau beranjak bangun itu, gue ga kuat bangkit dari kasur. Tiba-tiba serangan vertigo itu datang lagi. Kepala rasanyaa muterr ga karuan. Tapi saat itu juga gue ngerasa tinitus gue ngilang. Whatt?! 

Kalo kata dokter gue, memang, saat vertigo kambuh, sebaiknya 'pasien' dibaringkan. Jangan jalan-jalan khawatir jatuh karena saat itu keseimbangan tubuh menurun. Duduk pun pusing juga soalnya, mending tidur #eh

Karena orang serumah masih pada tidur, akhirnya gue tahan dulu, kali aja bentar juga ilang soalnya juga ga berlangsung lama biasanya. Waktu subuh pun tiba, abis solat, ternyata pusing gue belum ilang juga. Khawatir kenapa-napa gue lapor ke bapak sama mamah. Gue disuruh minum obat lagi, tentu dengan prasyarat makan dulu sebelumnya. Karena belum ada makanan, akhirnya gue cuma minum 'makanan pengganti'. Tapi ternyata, lambung gue ga nerima itu dan akhirnya gue pun muntah. Seketika itu, gue langsung inget apa kata dokter kedua saat menceritakan pasien yang punya keluhan sama kaya gue, "...ada yang parah itu bisa sampai muntah." Nah loh!

Karena itu hari minggu, RS yang biasa gue datangi pun tutup polinya. Sekitar jam 7, si bapak tetiba ngajak berobat lagi ke klinik 24 jam di Jalan Veteran. Nyampe sana, gue langsung diperiksa sama dokter muda, dr Tiwi namanya. Oke, skenarionya hampir sama kaya pas gue cek up ke dokter kedua. Hampir semua pertanyaan dokter ketiga ini gue jawab dengan pengiyaan. Hm, tapi untuk kali ini gue mulai menemukan titik terang *o*

Dengan kalimat yang sederhana dan mudah dimengerti, mbak dokter berupaya menjelaskan asal-muasal penyakit gue. Jadi gini, menurut diagnosa mbak dokter itu, tinitus yang gue alamin ini terjadi akibat gangguan di telinga bagian dalam, tepatnya di koklea (inget pelajaran biologi dulu? telinga terdiri dari tiga bagian: depan, tengah, dan dalam). Nah, di koklea atau rumah siput ini, ternyata bersemayam benda 'asing' yang entah itu kotoran atau apapun itu yang menyumbat sehingga terjadi dengungan yang sangaaat tidak mengenakan. Lanjut lagi, karena koklea itu terhubung dengan otak bagian pengatur keseimbangan (otak tengah atau belakang sih? lupaa), yaa pokoknya itu, saat kotoran itu 'berpindah' tempat atau bertranslokasi dan jatuh ke bagian otak itulah yang menyebabkan pusing hebat disertai penurunan keseimbangan tubuh (hm, gitu toh..). Ya ampuun, dokternya pinter bangett, aku mau deh jadi dokter kaya embak >.< hehe #telatparah Ditambah lagi, tekanan darah gue saat itu cuma 80/60! Kebayang kaan pusingnya kek manaa... Oya, usut punya usut, kayanya benda asing yang bersemayam di koklea gue itu mungkin kotoran telinga yang masuk gegara gue sering banget pake cotton bud! yaa, memang harusnya jangan keseringan bersihin telinga, karena bukannya bersih malah kedorong ke belakang kotorannya #cmiiw

Yaa, jadi gitu deh, alhamdulillah setelah cerita gue diatas tadi sampe sekarang uda ga kambuh lagi (dan semoga tidak akan pernah). Intinya, jangan terlalu cepat mengambil keputusan, dan jangan kaya gue yang udah ketakutan duluan, apalagi menyangkut urusan per-rumah-sakit-an. hehehe


Kesimpulan:
MAU SAKIT, MAU SEHAT, ITU SAMA-SAMA MAHAL!
maka dari itu, sayangilah tubuh Anda, dan jagalah kesehatannya :) #wiseword


Salam sehat!

dr CT :p





Komentar

Postingan populer dari blog ini

#25 Facts about IPB

Cerita Melahirkan #1

Giri Tirta Kahuripan Resort