Maulid di Kampungku ;)

Yap. sepertinya setiap tahun event ini gak pernah absen di Kampung Babakan Lio. Di dusun atau RW manapun pasti ada tradisi yang namanya 'ngambeng' (what we call that?). Salah satunya di RW 10&11 tempat gw bersemayam. Dan seperti biasa, masjid At-Taqwa jadi pusat penyelenggaraannya. 

Entah sejak kapan tepatnya, yang pasti, pas gw kecil ini udah ada. Sering kali tradisi ini juga dijadikan ajang temu warga. Biasanya para ibu yang paling ribet menjelang muludan ini. Mereka harus masak masakan buat isi bongsang nanti. Paling tidak, satu atau dua rumah menyumbangkan aneka macam masakan. Buat yang males masak sih, biasanya mereka nyumbang uang agar lebih praktis. Uang-uang tersebut dijadikan hiasan bendera pada ambeng yang kemudian dikumpulkan untuk kas masjid. 

Selain acara inti bagi-bagi bongsang, ada satu lagi, yaitu buat para ibu yang baru saja melahirkan, anaknya bisa dijadikan tumbal (ups, bukan tumbal disembelih loh, ya) haha. Bayi mereka biasanya dicukur (dibotaki) dan di kelilingi para jama'ah sambil dibacakan Shalawat Nabi.

Inget banget dulu gw sama 'pasukan' gw udah stay di masjid dari jam berapa tau cuma buat ngantre dapetin bongsang. Sampai berkali-kali ngantre hingga dapetin bongsang paling banyak dan dimakan bersama-sama (walaupun ujung-ujungnya ga kemakan juga, haha).





finally, i got it! ;)
ini kampungku, bagaimana di kampungmu? hehehe..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

#25 Facts about IPB

Cerita Melahirkan #1

Tentang Kita #Ta'aruf (Bagian 1)