Historical Interpretation

1.      Academic Event Plaza
sumber: dokumentasi pribadi
Tipe interpretasi:
·         Interpretasi tempat historis

Sebuah plaza dengan tatanan lanskap yang indah, berupa area rekreasi luar yang juga digunakan untuk kegiatan mahasiswa, seperti praktikum, pameran, dan sebagainya. Sepanjang plaza terdapat kolam air mancur, shelter, menara pandang, tribun terbuka, serta kubah untuk rumah kaca dan koleksi serangga (Agroedutourism IPB, 2011).

Mungkin banyak yang tidak mengetahui fungsi utama Academic Event Plaza yang terbentang lurus dari halaman depan Gedung Andi Hakim Nasoetion (Rektorat) menuju Gedung Graha Widya Wisuda (GWW). Dahulu, plaza ini digunakan sebagai tempat arak-arakan pada dosen dan guru besar IPB yang berkumpul di rektorat dan berjalan menuju gedung perhelatan wisuda, yaitu di gedung GWW. Acara tersebut konon merupakan salah satu bagian dari prosesi wisudaan yang dilakukan sebelum acara inti dimulai. Namun karena beberapa hal, seperti teriknya sinar matahari dan kondisi tapak yang berkontur menyebabkan para guru besar yang sebagian telah memasuki usia senja kelelahan, sehingga arak-arakan tersebut kini tidak dilaksanakan.

2.      Graha Widya Wisuda
sumber: dokumentasi pribadi
Tipe interpretasi:
·         Interpretasi tempat historis

Graha Widya Wisuda (GWW/ Grawida) diresmikan oleh presiden Soeharto dan merupakan gedung serba guna yang dibangun untuk memfasilitasi kegiatan wisuda mahasiswa Institut Pertanian Bogor setiap tahunnya. Konstruksi bangunan yang menyerupai segi enam ini memiliki daya tampung maksimal 4000 orang dan tempat parkir kendaraan untuk 800 mobil (pustakaku.net, 2008). Pada kesempatan lain gedung ini juga dapat difungsikan untuk kegiatan pertemuan, pentas seni, pameran, dan sebagainya. Dari segi arsitektur, bangunan ini memiliki keunikan mengingat bentuknya yang menyerupai bunga melati. Warna-warni pada atap gedung ini mencerminkan keragaman fakultas yang ada di IPB (Agroedutourism IPB, 2011).

Ada cerita unik dibalik pembuatan gedung Graha Widya Wisuda. Menurut kisahnya, gedung Graha Widya Wisuda dibangun karena Ibu Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto, merasa kepanasan dan kurang nyaman saat menghadiri wisuda putranya yang kala itu dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) lama IPB. Tidak lama setelah itu, Ibu Tien segera memerintahkan untuk membangun sebuah gedung serba guna yang layak digunakan sebagai tempat penyelenggaraan wisuda.

Pada Jumat malam, tepatnya tanggal 25 Juni 2004, GWW mengalami kebakaran hebat. Menurut Unit Keamanan Kampus (UKK) IPB, Drs. Subagio, MM., kebakaran tersebut murni diakibatkan oleh hubungan pendek arus listrik di bagian puncak atap gedung setinggi 30 meter. Akibatnya, atap gedung yang dominan terbuat dari kayu ludes terbakar (Bisnis Indonesia, 2004). Peristiwa tersebut sangat disayangkan mengingat lima hari kemudian (Rabu, 30 Juni 2004), di gedung GWW akan dilaksanakan kegiatan wisuda.


GWW sebelum kebakaran, Juni 2004 silam
sumber: 
http://www.ipb.ac.id/tour/images/gww2.jpg
catatan sang interpreter: masih inget banget gue, saat malam itu seisi desa Babakan heboh denger GWW kebakaran. gue yang lagi maen di tempat tetangga ikutan kaget juga. buru-buru naik ke lantai atas dan ternyata bener, apinya sampe keliatan dari loteng rumah gue *untung gak nyampe ngebakar rumah gue* hehe


Saking penasarannya, akhirnya gue maksa si mamah nemenin gue ngeliat siaran langsungnya di TKP! di sana ramee banget, orang-orang ngeliatin sambil sesekali menjerit pas denger suara dentuman api (emang api berdentum, ya?) dan suara rangka atap GWW jatuh. kejadian itu terjadi sekitar habis magrib, tapi gue baru tau jam 8-an *penting yak?*. pas gue ke sana, belum ada satupun pemadam kebakaran yang dateng. baru sekitar pukul 9 malam, mobil-mobil kotak merah itu pun datang menyelamatkan GWW yang sebenernya udah gak bisa diselametin lagi (kecuali dindingnya). padahal besoknya, GWW mau dipake buat perpisahan SMA Kornita *ya ampuun, kasian banget yang baru beres ngedekor T_T*


Alhamdulillah-nya, posisi GWW mencal sendiri (you know 'mencal'?). Ya, gak ada bangunan yang berada dekat dengan GWW. kalau saja gedung perkuliahan (fakultas pertanian) 'nempel' sama GWW sudah dipastikan api akan turut menyambar gedung tak berdosa itu. Dan satu lagi, mungkin penampilan GWW sekarang masih seperti yang dulu, bercat krem ke-pink-pink-an, atap kayu kecoklatan, dengan kotoran kelelawar di mana-mana.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

#25 Facts about IPB

Cerita Melahirkan #1

Tentang Kita #Ta'aruf (Bagian 1)